HUBUNGAN AKTIVITAS SEDENTARI DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA MAHASISWA UNIVERSITAS NASIONAL

  • Dleydy Deyshelina Sumilat Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Binawan
  • Adhila Fayasari Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Binawan
Keywords: aktivitas fisik, aktivitas sendentari, asupan camilan, gizi lebih

Abstract

Gizi lebih merupakan masalah gizi yang sering dijumpai dan berpotensi gangguan kesehatan akibat berbagai komplikasi. Perilaku sedentari adalah aktivitas-aktivitas yang tidak meningkatkan pengeluaran energi dan pengeluaran energinya setara dengan pengeluaran energi saat istirahat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas sedentari (berbasis layar, berbasis duduk, dan berbasis baca) dengan kejadian gizi lebih pada mahasiswa Universitas Nasional. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 176 mahasiswa Universitas Nasional. Subjek didapatkan dengan cluster random sampling. Data yang dikumpulkan antara lain karakteristik (jenis kelamin, usia), indeks massa tubuh, aktivitas fisik, aktivitas sedentari, dan asupan camilan. Data aktivitas sedentari dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner aktivitas sedentari (PACE Adults Sedentary Activity) (berbasis layar, berbasis duduk, dan berbasis baca). Asupan diukur dengan menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency. Data antropometri diukur dengan timbangan dan microtoise yang kemudian dikonversi menjadi data IMT. Data dianalisis dengan menggunakan analisis chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan terdapat 34,7% mahasiswa dengan gizi lebih. Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas sedentari (berbasis layar dan berbasis duduk) dengan gizi lebih (p 0,05; OR 1,879 and p 0,000; OR 10,358). Ada hubungan yang signifikan antara asupan energi camilan tinggi (>500kal) dengan gizi lebih (p 0,000; OR 4,131). Tidak ada hubungan yang signifikan antara aktivitas sedentari (berbasis baca) dengan gizi lebih. Ada hubungan antara aktivitas sedentari (berbasis layar dan berbasis duduk) dan  asupan energi camilan  dengan gizi lebih.

References

Marfuah D, Hadi H, Huriyati E.Durasi dan Kualitas Tidur Hubungannya Dengan Obesitas Pada Anak Sekolah Dasar Di Kota Yogyakarta Dan Kabupaten Bantul. Jurnal gizi dan dietetic Indonesia, 2013, 1 (2) DOI: http://dx.doi.org/10.21927/ijnd.2013.1(2).93-101

Ogden CL, Carroll MD, Kit BK, Flegal KM. Prevalence of Obesity in the United States, 2009–2010. NCHS Data Brief 2012, 82. Accessed from https://www.cdc.gov/nchs/data/databriefs/db82.pdf

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI, 2010

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI, 2013

Arundhana AI, Hadi H, Julia M. Perilaku Sedentari Sebagai Faktor Risiko Kejadian Obesitas Pada, Anak Sekolah Dasar Di Kota Yogyakarta Dan Kabupaten Bantul. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia. 2013, 1 (2) http://dx.doi.org/10.21927/ijnd.2013.1(2).71-80

Collins AE, Pakiz B, Rock CL. Factors associated with obesity in Indonesian adolescents. International Journal of Pediatric Obesity, 2011, 3 (1), https://doi.org/10.1080/17477160701520132

Marti A, Moreno-Aliaga MJ, Hebebrand J, Martinez JA. Genes lifestyles and obesity. Int J Obes Relat Metab Disord 28, pagesS29–S36(2004)

Monasta L, Batty GD, Cattaneo A, Lutje V, Ronfani L, Van Lenthe FJ, Brug J. Early-Life determinants of Overweight and Obesity: A Review of systematic reviews. Obes Rev 2010 Oct;11(10):695-708. doi: 10.1111/j.1467-789X.2010.00735.x

Gouw, D., Klepp, K.I., Vignerova, J., Lien, N., Steenhuis, I.H., & Wind, M. Associations between diet and (in) activity behaviours with overweight and obesity among 10-18-year-old Czech Republic adolescents. Public Health Nutr, 2010 13(10A):17 1701-1707. doi: 10.1017/ S1368980010002259

Silvia P., Santos R., Welk G., Mota J. Seasonal differences in physical activity and sedentari pattern: The relevance of the PA context. Journal of Sports Science and Madicine 2011. 10:66-72.

Pramudita SR, Nadhiroh SR. Gambaran Aktivitas Sedentari dan Tingkat Kecukupan Gizi Pada Remaja Gizi Lebih dan Gizi Normal. Media Gizi Indoensia, 2017, 12 (1). http://dx.doi.org/10.20473/mgi.v12i1.1-6

Chen HJ, Wang Y. Do weight status and television viewing influence children’s subsequent dietary changes? A National Longitudinal Study in the United States. International Journal of Obesity volume 39, pages 931–938(2015)

Hadi H, Beban ganda masalah gizi dan implikasinya terhadap kebijakan pembangungan kesehatan nasional. Pidato pengukuhan guru besar fakultas kedokteran UGM Yogyakarta, 2005

Sartika RAD. Faktor risiko obesitas pada anak. 5—15 tahun di Indonesia. Makara Kesehatan, 2011. 15(1), 37—43

Kurniawati P, Fayasari A. Sarapan dan asupan selingan terhadap status obesitas pada anak usia 9-12 tahun. Ilmu Gizi Indonesia 2018, 1 (2)

Tremblay MS, Aubert S, Barnes jd, saunders TJ, Carson V, Latimer-Cheung AE, Chastin SFM, Altenburg TM, Chinapaw MJM, Sedentary Behavior Research Network (SBRN) – Terminology Consensus Project process and outcome. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity volume 14, Article number: 75 (2017)

Istiqamah N, Sirajuddin S, Indriasari R. Hubungan Pola Hidup Sedentarian Dengan Kejadian Obesitas Sentral Pada Pegawai Pemerintahan Di Kantor Bupati Kabupaten Jeneponto. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar

Astiti D. 2013. Pola Menonton Televisi Sebagai Faktor Resiko Obesitas Pada Anak Di Sekolah Dasar Kota Yogyakarta Dan Kabupaten Bantul. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia,2013, 1(2)

Robinson TN, Banda JA, Hale L, Lu AS, Fleming-Milici F, Clavert sl, Wartella E. Screen Media Exposure and Obesity in Children and Adolescents. Pediatrics. 2017 Nov; 140(Suppl 2): S97–S101.doi: 10.1542/peds.2016-1758K

Kumala AM, Margawati A, Rahadiyanti A. Hubungan Antara Durasi Penggunaan Alat Elektronik (Gadget), Aktivitas Fisik Dan Pola Makan Dengan Status Gizi Pada Remaja Usia 13-15 Tahun. Jurnal of Nutrition College 8 (2), 73-80, 2019.

Obikorang, C. 2017. Prevalence And Risks Factors Of Overweight/Obesity Among Undergraduate Students: An Institutional Based Cross-Sectional Study, Ghana. Journal of Medical and Biomedical Sciences. 2017, 6(1): 24-34

Triratnawati, A. 2003.Problematika Kegemukan KelasBawah. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Misnadiarly. 2007. Obesitas Sebagai Faktor Resiko Beberapa Penyakit. Jakarta: Pustaka Obor Popular.

Soenardi dan Tuti. 100 Resep Makanan Sehat untuk Anak agar Terhindar Penyakit Degeneratif saat Dewasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2008

Hardy ll, Booth ML, Okely AD. The reliability of the Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ). Prev Med. 2007 Jul;45(1):71-4. doi: 10.1016/j.ypmed.2007.03.014.

Published
2020-12-30
Section
Articles