Hubungan Kebiasaan Sarapan Terhadap Konsentrasi Belajar Anak Di Sekolah Dasar Negeri Sukawera

Authors

  • Tri Mustikowati
  • Hana Tina Rukmana
  • Ulfah Nuraini Karim
  • Apriana Rahmawati

Abstract

Sarapan adalah makanan yang dikonsumsi ketika pagi sebelum beraktivitas, yang terdiri atas makanan pokok serta lauk pauk atau makanan lainnya. Jumlah dari makanan yang dikonsumsi ketika makan pagi kurang lebih 1/3 dari makanan sehari. Sarapan yang ideal dilakukan antara pukul 06.00-08.00 dan penyusunan menu sarapan tetap berpatokan pada gizi yang seimbang (Tilong, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kebiasaan Sarapan Terhadap Konsentrasi Belajar Anak di SD Negeri Sukawera Kecamatan Compreng Kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan Total sampling dengan jumlah sebanyak 45 responden. Alat penelitian menggunakan kuesioner mengenai kebiasaan sarapan dan lembar pengisian Grid Concetration test dengan angka dari angka 00-99 secara acak. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini mempunyai kebiasaan sarapan, yaitu sebanyak 29 responden (64,4%) dan 16 responden (35,6%), yang tidak mempunyai kebiasaan sarapan Tingkat konsentrasi belajar anak diketahui bahwa konsentrasi belajar responden yaitu, Baik 19 responden (42,2%), Cukup 23 responden (51,1%) dan Kurang 3 responden (6,7%). Setelah dilakukan uji korelasional menggunakan Spearman Rho didapatkan hasil nilai p = 0,343 lebih besar dari α = 0,05, yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan Sarapan terhadap konsentrasi belajar anak di SD Negeri Sukawera Kecamatan Compreng Kabupaten Subang.

Downloads

Published

2022-04-25

Issue

Section

Articles