HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU AHLI GIZI TENTANG MINUMAN SUSU FERMENTASI DI KOTA SURAKARTA

  • Pramudya Kurnia Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Frisca Destrianing Hadinagoro Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Keywords: ahli gizi, pengetahuan, perilaku, susu fermentasi

Abstract

Salah satu tren utama di industri pangan dunia adalah tumbuhnya industri pangan fungsional seperti susu fermentasi. Konsumsi susu murni mengalami penurunan sebesar 1,0liter/kapita/tahun pada tahun 2009. Hal ini perlu adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi susu cair yang melibatkan mikroorganisme tetapi, tidak mengubah tekstur dan warna dari susu tersebut. Ahli gizi memiliki peran sebagai penggerak utama yang memberikan dan menyebarluaskan informasi tentang pentingnya susu fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku ahli gizi gizi tentang minuman susu fermentasi di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 58 ahli gizi di Kota Surakarta baik yang bekerja di instansi pemerintah maupun swasta. Pemilihan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh wawancara langsung dengan subjek sedangkan data sekunder diperoleh melalui database DPC PERSAGI Kota Surakarta.  Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Data diolah dengan aplikasi SPSS versi 20 dan dianalisa menggunakan uji chi-square. Hasil menujukkan bahwa lebih dari setengah (51,7%) responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan sebagian besar (62,1%) responden memiliki perilaku yang baik tentang minuman susu fermentasi. Uji chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku ahli gizi tentang minuman susu fermentasi di Kota Surakarta (p >0,05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku ahli gizi tentang minuman susu fermentasi di Kota Surakarta.

References

Badan Standarisasi Nasional. 2011. Susu Segar. SNI 01-3141-2011. Jakarta.

Agustina, Titin. 2016. Outlook Susu Komoditas Pertanian Subsektor Peternakan Susu. Jakarta. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian.

Sunarlim, Roswita. 2009. Potensi Lactobacillus sp Asal dari Dadih Sebagai Starter Pada Pembuatan Susu Fermentasi Khas Indonesia. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian. Volume (5): 69-76.

Hanum, Zuraida. 2010. Kemampuan Susu Fermentasi Lactobacillus plantarum Menghambat Salmonella typhymurium Secara In Vitro. Jurnal Agripet. 10 (2): 34-9.

Patch CS, Tapsell LC and Williams PG. 2004. Dietetics and Functional Foods. Nutrition & Dietetics. University of Wollongong: Australian Research Council Key Centre for Smart Foods.

Riyadi, H. 2006. Materi Pokok Gizi dan Kesehatan Keluarga. Jakarta: Universitas Terbuka.

Amam, Fanani Z, Nugroho BA. 2016. Analisis Sikap Konsumen Terhadap Susu Bubuk Berkalsium Tinggi Dengan Menggunakan Multi-Atribut Model Dan Norma Subyektif Model. Jurnal Sosisal dan Humaniora. 19 (1): 12-21.

Azrimailidaliza, I. 2011. Analisis Pemilihan Makanan pada Remaja di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. Volume (6): 1.

Ningrum, KA. 2015. Pengetahuan Label Kemasan Pangan. Yogyakarta: Penerbit Gunung Samudra.

Mohd-Any A, Mahdzan, N, Cher, C. 2013. Food Choice Motives of Different Ethnics and The Foodies Segment in Kuala Lumpur. British Food Journal. 116 (12): 1879-96.

Virgy S. 2011. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan Di Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Daaerah (RSUD) Pasar Rebo Jakarta. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kotler, P. 2002. Manajemen Pemasaran Edisi Milenium Jilid 1. Jakarta: PT.Prenhallindo.

Sumarwan, U. 2002. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Bogor: PT. Ghalia Indonesia dan MMA-IPB.

Kabuli, Kahfindra, Indriani, Yaktiworo, Situmorang, Suriaty. 2018. Analisis Pengetahuan Dan Sikap Konsumen Dalam Membeli Yoghurt Di Bandar Lampung. Jurnal Agribisnis Universitas Lampung. 6 (2): 179-86.

Town, Ruth E, Cullen, Robert W, Memken, Jean A, et al. 2006. Food Safety Related Refrigeration and Freezer Practices and Attitudes of Consumers in Peoria and Surrounding Counties. Journal of Food Protection. 69 (7): 1640-5.

Berhaupt, Amanda. 2011. Functional Foods: Perceptions, Attitudes, and Practices of Registered Dietitians. Topics in Clinical Nutrition. 26 (4): 312-23.

Syafiq. 2006. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Susu pada Remaja Indonesia. Laporan Penelitian. Universitas Sumatera Utara.

Notoatmodjo, S. 2003. Pendidikan dan Perilaku. Jakarta. Rineka Cipta.Panesar, Parmjit. 2011. Fermented dairy products: starter cultures and potential nutritional benefits. India. Food and Nutrition Sciences. 2: 47-51.

Wuryaningsih, 2012. Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Konsumsi Susu Keluarga di Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis Kota Depok. Jurnal Penelitian. Jurusan Keperawatan. Jakarta.

Kisworo, Arif. N, Handayani, Kusuma S. 2014. Analisa Hubungan antara Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian Susu Kambing di Wilayah Bogor. Jurnal STPP Bogor. (66): 443-53.

Sabirin, J. 2002. Functional Foods From The Dietetic Perspective. Jurnal Kesihatan Masyarakat (hlm. 14-22). Malaysia. Department of Nutrition and Dietetics. Faculty of Allied Health Sciences.

Published
2020-12-30
Section
Articles