HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN PERSENTASE LEMAK TUBUH PADA ATLET SEPAK BOLA PROFESIONAL

  • Mury Kuswari Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Esa Unggul
  • Nazhif Gifari Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Esa Unggul
  • Septia Mandala Putra Program Studi Kedokteran Olahraga, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia
  • Aditya Himarwan Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor
Keywords: asupan energi, komposisi lemak tubuh, lemak viseral, zat gizi makro

Abstract

Komposisi lemak tubuh memainkan peranan penting dalam performa atlet, sehingga target komposisi tubuh perlu diperhatikan. Kebutuhan energi dan zat gizi makro atlet sepak bola bervariasi tergantung musim pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi makro dan energi terhadap persen lemak tubuh total dan viseral. 11 subjek dari klub sepak bola PS TIRA PERSIBO dinilai asupan zat gizi makro menggunakan sistem recall 1x24 jam dan diambil data komposisi badan dengan BIA pada masa pramusim pertandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara asupan zat gizi makro dengan komposisi lemak tubuh total dan lemak viseral. Semua subjek mengalami defisiensi zat gizi makro dan energi. Hal ini perlu diperbaiki agar performa atlet tetap terjaga.

References

Bilsborough JC, Greenway K, Opar D, Livingstone S, Cordy J, Coutts AJ. The accuracy and precision of DXA for assessing body composition in team sport athletes. J Sports Sci. 2014;32(19):1821–8.

De Lorenzo A, Bertini I, Pagliato LIE, others. Body composition measurement in highly trained male athletes: a comparison of three methods. J Sports Med Phys Fitness. 2000;40(2):178.

Broad EM, Cox GR. What is the optimal composition of an athlete’s diet? Eur J Sport Sci. 2008;8(2):57–65.

Nevill A, Holder R, Watts A. The changing shape of “successful” professional footballers. J Sports Sci. 2009;27(5):419–26.

Cureton KJ, Hensley LD, Tiburzi A. Body fatness and performance differences between men and women. Res Quarterly Am Alliance Heal Phys Educ Recreat Danc. 1979;50(3):333–40.

Di Salvo V, Gregson W, Atkinson G, Tordoff P, Drust B. Analysis of high intensity activity in Premier League soccer. Int J Sports Med. 2009;30(03):205–12.

Dewi M, Kustiyah L, Kuswari M. Percent Fat Mass and Body Mass Index as Cardiorespiratory Fitness Predictors in Young Adults. J Gizi dan Pangan. 2015;10(3).

Kuswari M, Gifari N. Periodisasi Gizi dan Latihan. 1 ed. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada; 2020. 288 hal.

Burke L, Deakin V, Deakin V. Clinical sports nutrition. McGraw-Hill Beijing, Boston; 2010.

Bilsborough JC, Greenway K, Livingston S, Cordy J, Coutts AJ. Changes in anthropometry, upper-body strength, and nutrient intake in professional Australian football players during a season. Int J Sports Physiol Perform. 2016;11(3):290–300.

Holway FE, Spriet LL. Sport-specific nutrition: practical strategies for team sports. J Sports Sci. 2011;29(sup1):S115--S125.

Mountjoy M, Sundgot-Borgen J, Burke L, Ackerman KE, Blauwet C, Constantini N, et al. International Olympic Committee (IOC) Consensus statement on relative energy deficiency in sport (red-s): 2018 update. Int J Sport Nutr Exerc Metab. 2018;

Taylor L, Rollo I. Impact of altitude and heat on football performance. Sport Sci Exch. 2014;27:1–9.

Pan W-H, Yeh W-T. How to define obesity? Evidence-based multiple action points for public awareness, screening, and treatment: an extension of Asian-Pacific recommendations. Asia Pac J Clin Nutr. 2008;17(3):370.

Santos DA, Dawson JA, Matias CN, Rocha PM, Minderico CS, Allison DB, et al. Reference values for body composition and anthropometric measurements in athletes. PLoS One. 2014;9(5):e97846.

OMRON. OMRON HBF-212 Manual [Internet]. 2016. Tersedia pada: https://www.newstarltd.com.hk/pdf/HBF212_-_EN.pdf

Cole CR, Salvaterra GF, Davis Jr JE, Borja ME, others. Evaluation of dietary practices of National Collegiate Athletic Association Division I football players. J Strength Cond Res. 2005;19(3):490.

Clark M, Reed DB, Crouse SF, Armstrong RB. Pre-and post-season dietary intake, body composition, and performance indices of NCAA division I female soccer players. Int J Sport Nutr Exerc Metab. 2003;13(3):303–19.

Jagim AR, Zabriskie H, Currier B, Harty PS, Stecker R, Kerksick CM. Nutrient status and perceptions of energy and macronutrient intake in a group of collegiate female lacrosse athletes. J Int Soc Sports Nutr. 2019;16(1):1–7.

Heriyanto MH. Hubungan Asupan Gizi dan Faktor Lain dengan Persen Lemak Tubuh pada Mahasiswi Prodi Gizi dan Ilmu Komunikasi UI Angkatan 2009. Skripsi. 2012;

Amelia IN, Syauqi A. Hubungan antara asupan energi dan aktivitas fisik dengan persen lemak tubuh pada wanita peserta senam aerobik. Diponegoro University; 2014.

Nuraida N, Kuswari M, Sitoayu L. Asupan Energi, Zat Gizi Makro, Aktivitas Fisik, Durasi Tidur Dengan Persen Lemak Tubuh Atlet Bola Basket Di Klub Basket Aspac Jakarta Tahun 2017. Universitas Esa Unggul; 2017.

Inandia K. Kejadian Obesitas Berdasarkan Persen Lemak Tubuh dan Rasio Lingkar Pinggang, Pinggul Serta Fakto-faktor Lain Yang Berhubungan Pada Prelansia dan Lansia Kelurahan Depok Jaya. Univ Indones. 2012;

Mey H, Hutajulu S. Hubungan Asupan Makan dan Faktor Lain dengan Obesitas pada Pegawai Unit Pelayanan Gizi Pelayanan Kesehatan St. Carolus Jakarta. Universitas Indonesia; 2012.

Habibaturochmah H, Fitranti DY. Hubungan Konsumsi Air, Asupan Zat Gizi, Dan Aktivitas Fisik Dengan Persen Lemak Tubuh Pada Remaja Putri. J Nutr Coll. 2014;3(4):595–603.

Moussavi N, Gavino V, Receveur O. Could the Quality of Dietary Fat, and Not Just Its Quantity, Be Related to Risk of Obesity? Obesity 2008;16: 7-15

Published
2021-06-30
Section
Articles