HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO TERHADAP KEJADIAN KEGEMUKAN REMAJA PUTRI SMK DI KOTA BEKASI

  • Nindi Andita Program Studi Ilmu Gizi, STIKes Mitra Keluarga
  • Alfi Fairuz Asna Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro
  • Noerfitri Noerfitri Program Studi Ilmu Gizi, STIKes Mitra Keluarga
Keywords: asupan zat gizi, kegemukan, remaja, stres

Abstract

Masalah gizi lebih merupakan salah satu masalah kesehatan dunia dan masih menjadi masalah gizi di Indonesia. Remaja yang mengalami kegemukan memiliki risiko sebesar 70% mengalami kegemukan atau obesitas pada saat dewasa. Prevalensi remaja umur 16-18 tahun di Kota Bekasi yang mengalami overweight sebesar 7,5%. Faktor yang menyebabkan terjadinya kegemukan seperti faktor lingkungan, psikologis, dan aktivitas fisik. Remaja merupakan tahapan yang rawan mengalami stress dan akan mengalami perubahan nafsu makan yang meningkat.  Remaja yang mempunyai asupan energi, karbohidrat, protein dan lemak yang berlebih, mempunyai risiko mengalami kegemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan tingkat stres terhadap kejadian kegemukan remaja putri di SMK Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain Cross Sectional. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan sampel sebanyak 240 responden dengan teknik pengumpulan sampel mengunakan Purposive Sampling. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan memberikan Formulir kuesioner SQ-FFQ  (Semi Quantitatif Food Frequency Questionaire) dan kuesioner Depresion Anxiety Stres Scale 42 (DASS 42). Presentase kegemukan remaja putri SMK di Kota Bekasi sebesar 19,9%. Presentase remaja yang mempunyai asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak berlebih berturut-turut 37,2%, 33%, 61,3%, dan 50,7%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan tingkat stres dengan kejadian kegemukan remaja putri di SMK Kota Bekasi dengan P value > 0,05, terdapat hubungan signifikan antara asupan protein dengan kejadian kegemukan remaja putri di SMK Kota Bekasi dengan P value < 0,05, tidak terdapat hubungan antara tingkat stress, asupan energi, karbohdrat, lemak, dengan kejadian kegemukan remaja putri di Kota Bekasi dengan Pvalue > 0,05.

References

Suryani I, Isdiani N, Kusmayanti GAD. Bahan Ajar Gizi Dietetik dan Penyakit Menular [Internet]. Jakarta: Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan; 2018. Tersedia pada: http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2018/09/Dietetik-Penyakit-Tidak-Menular_SC.pdf

Obesity and overweight [Internet]. 2019 [dikutip 19 November 2020]. Tersedia pada: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/obesity-and-overweight

Balitbangkes Indonesian Ministry of Health. Laporan Riset Kesehatan Dasar. Laporan Riskesdas Nasional 2018. Jakarta; 2018.

Tim Riskesdas 2018. Laporan Provinsi Jawa Barat RISKESDAS 2018 [Internet]. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2019. Tersedia pada: https://drive.google.com/file/d/1Rnnx-fScF1rdbUKREOXzg7x2o84KpYvx/view

Ruslie RH, Darmadi. Analisis regresi logistik untuk faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi remaja. Maj Kedokt Andalas. 2012;36(1):62.

Nadeak, U TA. Hubungan Status Stress Psikososial dengan Konsumsi Makanan dan Status Gizi Siswa SMU Methodist-8 Medan [Internet]. Vol. 2, Repositori Institusi USU. 2013. Tersedia pada: https://jurnal.usu.ac.id/index.php/gkre/article/view/5211/2792

Loliana N, Nadhiroh SR. Asupan dan kecukupan gizi antara remaja obesitas dengan non obesitas. 2012;141–5.

Hardinsyah, Riyadi H, Napitupulu V. Kecukupan energi, protein, lemak dan karbohidrat. Dep Gizi FK UI. 2012;2004(Wnpg 2004):1–26.

Febriani RT, Soesetidjo A, Tiyas FW. Consumption of Fat, Protein, and Carbohydrate Among Adolescent with Overweight / Obesity. J Matern Child Heal. 2019;4(2):70–6.

Webb VL, A. TW. Intensive Lifestyle Intervention for Obesity: Principles, Practices, and Results. Gastroenterology. 2017;152:1752–1764.

Bray GA, Wilding JPH, Fruhbeck G, Ryan DH. Management of obesity. Lancet. 2016;387(10031):7–13.

Masdar H, Saputri PA, Rosdiana D, Chandra F, Darmawi D. Depresi, ansietas dan stres serta hubungannya dengan obesitas pada remaja. J Gizi Klin Indones [Internet]. 2016;12(4):138. Tersedia pada: https://jurnal.ugm.ac.id/jgki/article/view/23021/15586

Anggraini DI. Hubungan Depresi dengan Status Gizi. Medula Unila. 2014;2(2):39–46.

Izquierdo AG, Crujeiras AB, Casanueva FF, Carreira MC. Leptin, obesity, and leptin resistance: where are we 25 years later? Nutrients. 2019;11(11):1–11.

Sikalak W, Widajanti L, Aruben R. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada karyawati perusahaan di bidang telekomunikasi Jakarta tahun 2017. J Kesehat Masy. 2017;5(3):193–201.

Purwanti M, Putri EA, Ilmiawan MI, Wilson W, Rozalina R. Hubungan Tingkat Stres Dengan Indeks Massa Tubuh Mahasiswa Pspd Fk Untan. J Vokasi Kesehat. 2017;3(2):47.

Manginte AB. Hubungan Antara Stres Dengan Status Gizi Mahasiswa Program S1 Keperawatan Semester Viii Stikes Tana Toraja Tahun 2015. 2015;6(3):182–93. Tersedia pada: http://journals.ukitoraja.ac.id/index.php/agro/article/view/326

Kurniawati Y, Fakhriadi R, Yulidasari F. Hubungan antara Pola Makan, Asupan Energi, Aktivitas, dan Durasi Tidur dengan Kejadian Obesitas pada Polisi. J Publ Kesehat Masy [Internet]. 2016;3(3). Tersedia pada: http://dx.doi.org/10.20527/jpkmi.v3i3.2759

Ambartana IW, Andari NWAS. Perbedaan Tingkat Asupan Energi dan Lemak Serta Aktivitas Fisik Berdasarkan Status Obesitas Sentral Pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Wangaya, Kota Denpasar. Gizi Indon. 2015;38(1):21–8.

Wulandari DT, Mardiyanti NL. Hubungan Antara Karbohidrat dan Lemak dengan Kejadian Overweight pada Remaja di SMA Muhammadiyah 4 Kartasura Kabupaten Sukoharjo. J Ris Kesehat Poltekkes Depkes Bandung. 2017;9(1):53.

Antara H, Gizi A, Konsumsi P, Evelyn YI, Utari M. Faktor lainnya dengan overweight pada remaja di SMA marsudirini bekasi tahun 2013. 2013;

Sutriani, A., Ngadiarti I. Hubungan antara asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, serat dengan kejadian gizi lebih pada anak remaja usia 13-18 tahun di pulau Jawa (analisis data sekunder RISKESDAS 2010). Nutr Diatitas. 2013;5(2):68–80.

Anggraeny O, Ridhanti D, Nugroho FA. Tidak ada korelasi antara asupan karbohidrat sederhana , pada remaja dengan kegemukan dan obesitas. Aceh Nutr J. 2018;3:1–8.

Lisnawati L, Ansar A, Abdurrahman LT. Asupan Makan Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Di Sma Katolik Santo Andreas Palu. Promot J Kesehat Masy. 2017;6(2):88.

Suryandari BD, Widyastuti N. Hubungan Asupan Protein dengan Obesitas Pada Remaja. J Nutr Coll. 2015;4(2):492–8.

Bujnowski D, Xun P, L. MD, Horn L Van, He K, Stamler J. Longitudinal association between animal and vegetable protein intake and obesity among men in the United States: the Chicago Western Electric Study. J Am Diet Assoc [Internet]. 2011;111(8):1150–5. Tersedia pada: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21802560/

Praditasari JA, Sumarmik S. Asupan Lemak, Aktivitas Fisik Dan Kegemukan Pada Remaja Putri Di Smp Bina Insani Surabaya. Media Gizi Indones. 2018;13(2):117.

Published
2020-12-30
Section
Articles